who's me???
chech it out
Kamis, 30 September 2010
Karena teduhmu
Ketika kapalku harus berlayar jauh
Dan menguras banyak energi
Dan ombak tak henti menerpa
Dan dari langit bermunculan badai
Membuat hati jadi penat
Membuat diri jadi luruh
Ketika semua itu harus kualami
Ketika semua itu harus kujalani
Aku ingin lari padamu
Karena kutemukan keteduhan
Yang tak mampu aku rumuskan..
Dan menguras banyak energi
Dan ombak tak henti menerpa
Dan dari langit bermunculan badai
Membuat hati jadi penat
Membuat diri jadi luruh
Ketika semua itu harus kualami
Ketika semua itu harus kujalani
Aku ingin lari padamu
Karena kutemukan keteduhan
Yang tak mampu aku rumuskan..
Jumat, 24 September 2010
Robot Mungil 17 Cm Jalan Kaki 480 Km
Evolta, robot yang menjadi maskot perusahaan elektronik asal Jepang, Panasonic, telah dikenal dengan berbagai aksinya yang mengagumkan, contohnya mendaki Grand Canyon.
Nah, Evolta yang pernah diganjar penghargaan Guinness World Records ini kembali akan memukau publik dengan menjelajah jalanan Jepang dengan melakukan long march sejauh 300 mil atau tepatnya sekitar 482 kilometer dari Tokyo ke Kyoto.
Dilansir Cnet dan dikutip detikINET, Jumat (24/9/2010), dibantu perancang robot Tomotaka Takahashi, Evolta kerap tampil dalam wujud yang berbeda-beda. Kali ini, Evolta hadir berbentuk robot humanoid mungil yang menarik gerobak roda dua ala zaman pertengahan daihachiguruma, Jepang.
Robot dengan tinggi hanya sekitar 17 cm dan berat 997 gram ini akan berjalan dalam sebuah plastik silinder yang berputar, mirip seperti hamster dengan rodanya. Bedanya, Evolta berjalan sambil menarik gerobak yang sesungguhnya adalah baterai Evolta 12 AA untuk sumber energinya.
Dengan kecepatan mencapai dua hingga tiga meter per jam, robot yang dikendalikan dengan remote control ini diperkirakan akan tiba di Kyoto pada 10 Desember 2010, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 49 hari.
Evolta dijadwalkan akan menjelajah jalanan bersejarah seperti Tokaido yang legendaris dan jalur kuno yang menghubungkan Tokyo dan Kyoto. Untuk diketahui, tradisi menempuh perjalanan dengan berjalan kaki telah dirayakan selama berabad-abad oleh para seniman di Jepang. Inilah yang juga dilakukan oleh Evolta.
Robot mungil Evolta akan menempuh perjalanan sesuai peraturan penyelenggara acara. Misalnya saja, dia hanya berjalan di waktu siang hari, hanya boleh mengisi ulang baterainya satu kali dalam sehari dan tidak diperkenakan berjalan saat cuaca hujan. Semua aktivitas Evolta dimonitor oleh tim melalui sebuah komputer dari jarak jauh.
Tim perancang Evolta berharap, robot mungil ini bisa sampai ke Kyoto tepat waktu dan kembali memenangkan penghargaan Guinness World Records. Jika berhasil, aksinya kali ini akan membuat Evolta menjadi robot humanoid pertama yang berjalan menjelajahi jalanan bersejarah Jepang.
sumber detikinet.com
http://www.detikinet.com/read/2010/09/24/132753/1447464/511/robot-mungil-17-cm-jalan-kaki-480-km?992204105
Rabu, 22 September 2010
Selasa, 21 September 2010
pria metro seksuil... kini makin marak..
Pria anda suka berdandan dan juga shopping?
Well...
Jangan buru-buru mengernyitkan kening. Tenang saja, si dia mungkin termasuk tipe pria metroseksual.
Lelaki metroseksual bukanlah tipe pria kewanitaan atau sejenisnya. Tetapi lebih mirip 'spesies' baru yang mencoba mendobrak stigma penampilan pria yang selama ini terkesan apa adanya bahkan amburadul.
Salah satu kegiatan khusus yang biasa dilakukan oleh pria modern ini adalah berdandan dan merawat tubuh.
Untuk perawatan, biasanya kaum metroseksual tak sungkan untuk memanjakan dirinya dengan segala macam treatment mulai dari aroma terapi, creambath, merapihkan rambut, bahkan hingga menicure dan pedicure.
Sementara untuk penampilan, mereka memperhatikan sekali kerapian dan eleganitas-nya. Sebut saja setelan kemeja, jas, dasi dan celana panjang hingga sepatu dengan merek yang terkenal.
Salah satu icon pria metroseksual di dunia yang mungkin paling terkenal adalah David Beckham.
Penampilan glamor namun tetap menonjolkan sosok maskulin seolah menjadi kiblat fashion para kaum metroseksual di dunia .
Memang, biasanya para lelaki dengan gaya hidup seperti ini adalah para profesional atau para pria berkantong tebal
Hal inilah yang kemudian ditangkap produsen kosmetika sebagai peluang bisnis. Perkembangan produk kosmetika pun semakin dialihkan pada pasar trend lelaki metroseksual.
Sebenarnya, antisipasi sebagai klaim yang diajukan produsen kosmetik terhadap fenomena lelaki metroseksual hingga saat ini masih menjadi perdebatan panjang.
Yang menjadi persoalan, mana yang lebih dahulu lahir, lelaki metroseksual atau produsen kosmetik. Tapi banyak orang beranggapan bahwa lelaki metroseksual sengaja dilahirkan kapitalisme global demi mengokohkan cakar bisnisnya.
Well...
Jangan buru-buru mengernyitkan kening. Tenang saja, si dia mungkin termasuk tipe pria metroseksual.
Lelaki metroseksual bukanlah tipe pria kewanitaan atau sejenisnya. Tetapi lebih mirip 'spesies' baru yang mencoba mendobrak stigma penampilan pria yang selama ini terkesan apa adanya bahkan amburadul.
Salah satu kegiatan khusus yang biasa dilakukan oleh pria modern ini adalah berdandan dan merawat tubuh.
Untuk perawatan, biasanya kaum metroseksual tak sungkan untuk memanjakan dirinya dengan segala macam treatment mulai dari aroma terapi, creambath, merapihkan rambut, bahkan hingga menicure dan pedicure.
Sementara untuk penampilan, mereka memperhatikan sekali kerapian dan eleganitas-nya. Sebut saja setelan kemeja, jas, dasi dan celana panjang hingga sepatu dengan merek yang terkenal.
Salah satu icon pria metroseksual di dunia yang mungkin paling terkenal adalah David Beckham.
Penampilan glamor namun tetap menonjolkan sosok maskulin seolah menjadi kiblat fashion para kaum metroseksual di dunia .
Memang, biasanya para lelaki dengan gaya hidup seperti ini adalah para profesional atau para pria berkantong tebal
Hal inilah yang kemudian ditangkap produsen kosmetika sebagai peluang bisnis. Perkembangan produk kosmetika pun semakin dialihkan pada pasar trend lelaki metroseksual.
Sebenarnya, antisipasi sebagai klaim yang diajukan produsen kosmetik terhadap fenomena lelaki metroseksual hingga saat ini masih menjadi perdebatan panjang.
Yang menjadi persoalan, mana yang lebih dahulu lahir, lelaki metroseksual atau produsen kosmetik. Tapi banyak orang beranggapan bahwa lelaki metroseksual sengaja dilahirkan kapitalisme global demi mengokohkan cakar bisnisnya.
Langganan:
Komentar (Atom)
