who's me???
chech it out
Kamis, 09 Desember 2010
Rabu, 27 Oktober 2010
Hakikat eksistensialisme
Eksistensialisme berarti filsafat mengenai aku, dan bagaimana aku hidup. Dengan demikian, ksistensialisme adalah filsafat subyektif mengenai diri. Hal ini terlihat pada ide-ide dari tiga eksistensialis terbesar Eropa: Soren Kierkegaard (1813-1855), Martin Heidegger (1889-1976) dan Jean-Paul Sartre (1905-1980).
Eksistensialisme Kierkegaard tercapai karena menemukan diri di hadapan Tuhan. Bagi Heidegger, filsuf Jerman dengan karya Being & Time yang sangat berpengaruh, diri terkait dengan ‘pengada otentik’, atau kecerdasan identitas.
Sementara bagi Sartre, diri serupa dengan konsep Descartes, tetapi dengan meniadakan Tuhan. Diri bagi Sartre adalah pengakuan atas Tuhan. Karena, dalam menciptakan manusia yang kita inginkan, tak ada satupun dari tindakan-tindakan kita yang tidak sekaligus menciptakan gambaran tentang manusia sebagaimana ia seharusnya.
Dalil diataslah, menurut Sartre lagi, yang menggambarkan diri kita sebagai ‘Tuhan kecil’ yang berada atau menyatu dalam diri kita, sekaligus yang ‘memiliki kebebasan kita’ seperti sebuah kebajikan metafisik (Being & Nothingness, 1943:42).
Dari sudut etimologi eksistensi berasal dari kata “eks” yang berarti diluar dan “sistensi” yang berarti berdiri atau menempatkan, jadi secara luas eksistensi dapat diartikan sebagai berdiri sendiri sebagai dirinya sekaligus keluar dari dirinya. Eksistensialisme merupakan suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan pada manusia, dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi, mengkaji cara manusia berada di dunia dengan kesadaran. Jadi dapat dikatakan pusat renungan eksistensialisme adalah manusia konkrit.
Eksistensialisme didefinisikan sebagai usaha untuk memfilsafatkan sesuatu dari sudut pandang pelakunya, di bandingkan cara tradisonal, yaitu dari sudut penelitinya. Eksistensialisme memberi perhatian terhadap masalah-masalah kehidupan manusia modern. Eksistensialisme menekankan tema eksistensi pribadi yang dibandingkan dengan eksistensi manusia secara umum, kemustahilan hidup dan pertanyaan untuk arti dan jaminan kebebasan manusia, pilihan dan kehendak, pribadi yang terisolasi, kegelisahan, rasa takut yang berlebihan dan kematian.
Eksistensialisme merupakan suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan pada manusia, dimana manusia dipandang sebagai suatu makhluk yang harus bereksistensi, mengkaji cara manusia berada di dunia dengan kesadaran. Jadi dapat dikatakan pusat renungan eksistensialisme adalah manusia konkrit.
Ada beberapa ciri eksistensialisme, yaitu, selalu melihat cara manusia berada, eksistensi diartikan secara dinamis sehingga ada unsur berbuat dan menjadi, manusia dipandang sebagai suatu realitas yang terbuka dan belum selesai, dan berdasarkan pengalaman yang konkrit.
Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas
menentukan sesuatu yang menurutnya benar.
Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? bagaimanakah manusia yang bebas itu? dan sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.
Dalam studi sekolahan filsafat eksistensialisme paling dikenal hadir lewat Jean-Paul Sartre, yang terkenal dengan diktumnya "human is condemned to be free", manusia dikutuk untuk bebas, maka dengan kebebasannya itulah kemudian manusia bertindak. Pertanyaan yang paling sering muncul sebagai derivasi kebebasan eksistensialis adalah, sejauh mana kebebasan tersebut bebas? atau "dalam istilah orde baru", apakah eksistensialisme mengenal "kebebasan yang bertanggung jawab"? Bagi eksistensialis,
ketika kebebasan adalah satu-satunya universalitas manusia, maka batasan dari kebebasan dari setiap individu adalah kebebasan individu lain.
Namun, menjadi eksistensialis, bukan melulu harus menjadi seorang yang lain daripada yang lain, sadar bahwa keberadaan dunia merupakan sesuatu yang berada diluar kendali manusia, tetapi bukan membuat sesuatu yang unik ataupun yang baru yang menjadi esensi dari eksistensialisme. Membuat sebuah pilihan atas dasar keinginan sendiri, dan sadar akan tanggung jawabnya dimasa depan adalah inti dari eksistensialisme. Sebagai contoh, mau tidak mau kita akan terjun ke berbagai profesi seperti dokter, desainer, insinyur, pebisnis dan sebagainya, tetapi yang dipersoalkan oleh eksistensialisme adalah, apakah kita menjadi dokter atas keinginan orangtua, atau keinginan sendiri.
Waini Rasyidin (2007:24) mengungkapkan bahwa teori eksistensialisme menomorsatukan hak kebebasan individu menjadi diri sendiri yang bersifat terbuka terhadap segala kemungkinan yang selalu baru. Jika dibandingkan dengan penerapannya dalam filsafat pendidikan, eksistensialisme tampak lebih berpengaruh sebagai sistem filsafat, kecuali di Inggris dan dalam bidang pendidikan profesional tertentu di universitas-universitas di Eropa Barat dan Amerika Utara. Inti aliran eksistensialisme adalah filsafat hidup yang lebih menghormati hak hidup manusia sebagai individu. Atas dasar asas individualisme, eksistensialisme berpendapat bahwa tidak ada unsur hakiki di alam semesta yang bersifat universal.
Hakekat kenyataan tergantung pada persepsi individu yang bersangkutan. Parkay (1998) membagi dua aliran pemikiran eksistensialisme, yakni bersifat theistik (bertuhan) dan atheistik. Aliran theistik menunjukkan bahwa manusia memiliki suatu kerinduan akan suatu wujud yang sempurna, yakni Tuhan. Kerinduan ini tidak membuktikan keberadaan Tuhan, manusia dapat bebas memilih untuk tinggal dalam kehidupan mereka seakan-akan ada Tuhan. Sementara aliran atheistik berpendapat bahwa pendirian theistik merendahkan kondisi manusia. Ateistik berpendapat bahwa manusia harus memiliki suatu fantasi agar dapat tinggal dalam kehidupan tanggung jawab moral. Pendirian tersebut membebaskan manusia dari tanggung jawab untuk berhubungan dengan kebebasan pilihan sempurna yang dimiliki.
Menurut eksistensialisme, terdapat dua jenis filsafat tradisional, yakni filsafat spekulatif dan skeptis. Filsafat spekulatif menjelaskan tentang hal-hal yang fundamental tentang pengalaman, dengan berpangkal pada realitas yang lebih dalam yang secara inheren telah ada dalam diri individu. Dengan kata lain pengalaman tidak banyak berpengaruh pada diri individu. Filsafat skeptik berpandangan bahwa semua pengalaman manusia adalah palsu, tidak ada sesuatu pun yang dapat kita kenal dari realitas. Mereka menganggap bahwa konsep metafisika adalah sementara.
Eksistensialisme menolak kedua pandangan tersebut dengan berpendapat bahwa manusia dapat menemukan kebenaran yang fundamental berargumentasi, bahwa yang nyata adalah yang kita alami. Realitas adalah kenyataan hidup itu sendiri. Untuk menggambarkan realitas, kita harus menggambarkan apa yang ada dalam diri kita, bukan yang ada di luar kondisi manusia.
Paham eksistensialisme terdiri dari berbagai pandangan yang berbedabeda. Meski berbeda pandangan-pandangan tersebut memiliki beberapa persamaan, sehingga pandangan tersebut dapat digolongkan filsafat eksistensialisme. Persamaan-persamaan tersebut di antaranya:
a)Motif pokok eksistensialisme adalah apa yang disebut “eksistensi”, yaitu cara manusia berada. Hanya manusialah yang bereksistensi. Pusat perhatian ini ada pada manusia. Dengan kata lain bersifat humanis.
b)Bereksistensi harus diartikan secara dinamis. Bereksistensi berarti menciptakan dirinya secara aktif, berbuat, menjadi, dan merencanakan.
c)Manusia dipandang sebagai makhluk terbuka, realitas yang belum selesai, yang masih dalam proses menjadi. Pada hakikatnya manusia terikat pada dunia sekitarnya, terlebih lagi terhadap sesama manusia.
d)Eksistensialisme memberi tekanan pada pengalaman konkrit, pengalaman yang eksistensial.
Teori pengetahuan eksistensialisme banyak dipengaruhi oleh filsafat fenomologi, suatu pandangan yang menggambarkan penampakkan benda-benda dan peristiwa-peristiwa sebagaimana benda-benda tersebut tersebut menampakkan dirinya terhadap kesadaran manusia. Pengetahuan manusia tergantung pemahamannya tentang realitas, tergantung pada interpretasi manusia terhadap realitas. Pengetahuan yang diberikan di sekolah bukan sebagai alat untuk memperoleh pekerjaan atau karis siswa, melainkan untuk dapat dijadikan alat perkembangan dan alat pemenuhan diri.
Pemahaman eksistensialisme terhadap nilai menekankan kebebasan dalam tindakan. Kebebasan bukan tujuan atau suatu cita-cita dalam dirinya sendiri, melainkan berupa suatu potensi untuk suatu tindakan. Manusia memiliki kebebasan untuk memilih, namun menentukan pilihan-pilihan yang terbaik adalah yang tersulit. Berbuat akan menghasilkan akibat, dan seseorang harus menerima akibat-akibat tersebut sebagai pilihannya. Kebebasan tidak akan pernah selesai, karena setiap akibat akan melahirkan kebutuhan akan pilihan-pilihan selanjutnya.
Minggu, 10 Oktober 2010
Minggu, 03 Oktober 2010
Kamis, 30 September 2010
Karena teduhmu
Ketika kapalku harus berlayar jauh
Dan menguras banyak energi
Dan ombak tak henti menerpa
Dan dari langit bermunculan badai
Membuat hati jadi penat
Membuat diri jadi luruh
Ketika semua itu harus kualami
Ketika semua itu harus kujalani
Aku ingin lari padamu
Karena kutemukan keteduhan
Yang tak mampu aku rumuskan..
Dan menguras banyak energi
Dan ombak tak henti menerpa
Dan dari langit bermunculan badai
Membuat hati jadi penat
Membuat diri jadi luruh
Ketika semua itu harus kualami
Ketika semua itu harus kujalani
Aku ingin lari padamu
Karena kutemukan keteduhan
Yang tak mampu aku rumuskan..
Jumat, 24 September 2010
Robot Mungil 17 Cm Jalan Kaki 480 Km
Evolta, robot yang menjadi maskot perusahaan elektronik asal Jepang, Panasonic, telah dikenal dengan berbagai aksinya yang mengagumkan, contohnya mendaki Grand Canyon.
Nah, Evolta yang pernah diganjar penghargaan Guinness World Records ini kembali akan memukau publik dengan menjelajah jalanan Jepang dengan melakukan long march sejauh 300 mil atau tepatnya sekitar 482 kilometer dari Tokyo ke Kyoto.
Dilansir Cnet dan dikutip detikINET, Jumat (24/9/2010), dibantu perancang robot Tomotaka Takahashi, Evolta kerap tampil dalam wujud yang berbeda-beda. Kali ini, Evolta hadir berbentuk robot humanoid mungil yang menarik gerobak roda dua ala zaman pertengahan daihachiguruma, Jepang.
Robot dengan tinggi hanya sekitar 17 cm dan berat 997 gram ini akan berjalan dalam sebuah plastik silinder yang berputar, mirip seperti hamster dengan rodanya. Bedanya, Evolta berjalan sambil menarik gerobak yang sesungguhnya adalah baterai Evolta 12 AA untuk sumber energinya.
Dengan kecepatan mencapai dua hingga tiga meter per jam, robot yang dikendalikan dengan remote control ini diperkirakan akan tiba di Kyoto pada 10 Desember 2010, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 49 hari.
Evolta dijadwalkan akan menjelajah jalanan bersejarah seperti Tokaido yang legendaris dan jalur kuno yang menghubungkan Tokyo dan Kyoto. Untuk diketahui, tradisi menempuh perjalanan dengan berjalan kaki telah dirayakan selama berabad-abad oleh para seniman di Jepang. Inilah yang juga dilakukan oleh Evolta.
Robot mungil Evolta akan menempuh perjalanan sesuai peraturan penyelenggara acara. Misalnya saja, dia hanya berjalan di waktu siang hari, hanya boleh mengisi ulang baterainya satu kali dalam sehari dan tidak diperkenakan berjalan saat cuaca hujan. Semua aktivitas Evolta dimonitor oleh tim melalui sebuah komputer dari jarak jauh.
Tim perancang Evolta berharap, robot mungil ini bisa sampai ke Kyoto tepat waktu dan kembali memenangkan penghargaan Guinness World Records. Jika berhasil, aksinya kali ini akan membuat Evolta menjadi robot humanoid pertama yang berjalan menjelajahi jalanan bersejarah Jepang.
sumber detikinet.com
http://www.detikinet.com/read/2010/09/24/132753/1447464/511/robot-mungil-17-cm-jalan-kaki-480-km?992204105
Rabu, 22 September 2010
Selasa, 21 September 2010
pria metro seksuil... kini makin marak..
Pria anda suka berdandan dan juga shopping?
Well...
Jangan buru-buru mengernyitkan kening. Tenang saja, si dia mungkin termasuk tipe pria metroseksual.
Lelaki metroseksual bukanlah tipe pria kewanitaan atau sejenisnya. Tetapi lebih mirip 'spesies' baru yang mencoba mendobrak stigma penampilan pria yang selama ini terkesan apa adanya bahkan amburadul.
Salah satu kegiatan khusus yang biasa dilakukan oleh pria modern ini adalah berdandan dan merawat tubuh.
Untuk perawatan, biasanya kaum metroseksual tak sungkan untuk memanjakan dirinya dengan segala macam treatment mulai dari aroma terapi, creambath, merapihkan rambut, bahkan hingga menicure dan pedicure.
Sementara untuk penampilan, mereka memperhatikan sekali kerapian dan eleganitas-nya. Sebut saja setelan kemeja, jas, dasi dan celana panjang hingga sepatu dengan merek yang terkenal.
Salah satu icon pria metroseksual di dunia yang mungkin paling terkenal adalah David Beckham.
Penampilan glamor namun tetap menonjolkan sosok maskulin seolah menjadi kiblat fashion para kaum metroseksual di dunia .
Memang, biasanya para lelaki dengan gaya hidup seperti ini adalah para profesional atau para pria berkantong tebal
Hal inilah yang kemudian ditangkap produsen kosmetika sebagai peluang bisnis. Perkembangan produk kosmetika pun semakin dialihkan pada pasar trend lelaki metroseksual.
Sebenarnya, antisipasi sebagai klaim yang diajukan produsen kosmetik terhadap fenomena lelaki metroseksual hingga saat ini masih menjadi perdebatan panjang.
Yang menjadi persoalan, mana yang lebih dahulu lahir, lelaki metroseksual atau produsen kosmetik. Tapi banyak orang beranggapan bahwa lelaki metroseksual sengaja dilahirkan kapitalisme global demi mengokohkan cakar bisnisnya.
Well...
Jangan buru-buru mengernyitkan kening. Tenang saja, si dia mungkin termasuk tipe pria metroseksual.
Lelaki metroseksual bukanlah tipe pria kewanitaan atau sejenisnya. Tetapi lebih mirip 'spesies' baru yang mencoba mendobrak stigma penampilan pria yang selama ini terkesan apa adanya bahkan amburadul.
Salah satu kegiatan khusus yang biasa dilakukan oleh pria modern ini adalah berdandan dan merawat tubuh.
Untuk perawatan, biasanya kaum metroseksual tak sungkan untuk memanjakan dirinya dengan segala macam treatment mulai dari aroma terapi, creambath, merapihkan rambut, bahkan hingga menicure dan pedicure.
Sementara untuk penampilan, mereka memperhatikan sekali kerapian dan eleganitas-nya. Sebut saja setelan kemeja, jas, dasi dan celana panjang hingga sepatu dengan merek yang terkenal.
Salah satu icon pria metroseksual di dunia yang mungkin paling terkenal adalah David Beckham.
Penampilan glamor namun tetap menonjolkan sosok maskulin seolah menjadi kiblat fashion para kaum metroseksual di dunia .
Memang, biasanya para lelaki dengan gaya hidup seperti ini adalah para profesional atau para pria berkantong tebal
Hal inilah yang kemudian ditangkap produsen kosmetika sebagai peluang bisnis. Perkembangan produk kosmetika pun semakin dialihkan pada pasar trend lelaki metroseksual.
Sebenarnya, antisipasi sebagai klaim yang diajukan produsen kosmetik terhadap fenomena lelaki metroseksual hingga saat ini masih menjadi perdebatan panjang.
Yang menjadi persoalan, mana yang lebih dahulu lahir, lelaki metroseksual atau produsen kosmetik. Tapi banyak orang beranggapan bahwa lelaki metroseksual sengaja dilahirkan kapitalisme global demi mengokohkan cakar bisnisnya.
Langganan:
Komentar (Atom)






















